Sidang Kasus Gula Rafinasi

Posted: June 3, 2011 in Berita

“Kami Membantu Masyarakat Kalsel” 

BANJARMASIN-Sidang lanjutan kasus pengiriman gula rafinasi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (17/2) pukul 09.00 Wita.

Sidang yang dipimpin majelis hakim, Amril SH itu dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) terdakwa, Dirut PT Makasar Te’ne Abuan Halim yang dibnacakan penasehat hukumnya, Sabarudin.

Dalam nota pembelaan yang dibaca Sabarudin kurang dari 30 menit itu, dia menilai apa yang dilakukan kliennya merupakan kegiatan kemanusian. Yakni memenuhi keperluan gula masyarakat Kalsel.

Apalagi di Banua ini, imbuh dia, tidak ada petani tebu dan pabrik gula. Harapan satu-satunya untuk memenuhi keperluan gula yang menjadi komodita utama masyarakat, dengan bantuan pengiriman gula dari luar daerah. Salah satunya dari Makasar seperti yang dilakukan PT Makasar Te’ne.

“Pengiriman gula itu semata-mata untuk membantu masyarakat. Tidak fair jika akhirnya disalahkan,” ujarnya dalam pembelaannya.

Bahkan, dia menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Bara Mantio Insahara, yang menuntut terdakwa denda Rp 1 juta dan hukuman penjara dua bulan dengan masa percobaan selama empat bulan dengan alasan terbukti menyalahi aturan dianggap terlalu berlebihan.

Termasuk jeratan pasal yang dikenakan kepada kliennya yang dianggap tidak melengkapi dokumen pengiriman barang berupa SPP GRAP, seperti dalam Kepmen Perindag nomor 334 tahun 2004 yang merupakan penjabaran dari Kepres nomor 57 tahun 2004 menyatakan, bahwa gula termasuk barang kebutuhan masyarakat yang dalam pengawasan.

Menanggapi pembelaan tersebut, JPU yang dihadiri Bara Mantio Insahara tetap pada nota tuntutannya. Yakni meminta agar terdakwa membayar denda Rp 1 juta dan hukuman 2 bulan penjara dengan masa percobaan empat bulan.

Sidang bakal dilanjutkan Selasa (22/2) mendatang dengan agenda pembacaan putusan. Karena JPU tetap berpegang pada tuntutannya yang menjerat terdakwa.

Dalam sidang lanjutan kali ini, sudah tidak menjadi perhatian para pengunjung PN Banjarmasin seperti sidang perdana. Sejak digelar hingga berakhirnya sidang, tak satupun pengunjung yang menyaksikan jalannya persidangan tersebut.

Dirut PT Makasar Te’ne, Abuan Halim yang mengenakan kemeja lengan panjang motif kotak-kotak, nampak santai duduk di kursi pesakitan. Selama persidangan berlangsung, dia nampak serius mendengarkan penasehat hukumnya membacakan pembelaan hingga rampung.

Seperti biasa, dia enggan memberikan komentar terkait persidangan maupun kasus yang sedang membelitnya itu. Pria berkacamata minus itu memilih langsung meninggalkan PN Banjarmasin, bersama koleganya yang sudah menunggu di areal parkir.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s