Siswi SMP Dicabuli di Pos Satpam

Posted: June 3, 2011 in Berita

– Tukang kebun dan Satpam diamankan

BANJARMASIN-Perbuatan Hatman (41), sangat tidak bermoral. Bapak dua anak yang berprofesi sebagai tukang kebun salah satu SMP Negeri di Banjarmasin Barat itu, nekad menyetubuhi Bunga (bukan nama sebenranya) salah satu siswi SMP di sebuah pos Satpam tempat dia bekerja.

Tragisnya lagi, hubungan layaknya suami istri dengan siswi tempat dia bekerja tersebut dilakukan warga Banyiur Dalam RT23 RW02 Banjarmasin itu sebanyak dua kali di tempat yang sama hingga mencapai ejakulasi.

Akhirnya, kelakuan Hatman diketahui orangtua Bunga yang melaporkan ke Mapolresta Banjarmasin. Sabtu (12/2) pagi, Hatman dijemput jajaran Jatanras Polresta Banjarmasin di sekolahan tersebut.

Selain itu, petugas juga mengamankan salah seorang Satpam SMP setempat bernama Sam’ani (28). Pria yang memelihara jenggot itu, diduga ikut menyetubuhi Bunga di pos Satpam sekitar Juli 2010 lalu.

Saat ditemui usai menjalani pemeriksaan petugas, baik Hatman maupun Sam’ani mengakui telah menggauli Bunga di pos Satpam. Keduanya nekad melakukan perbuatan itu, lantaran sering diejek korban dan dianggap tidak jantan.

“Dia (korban) yang mengajak. Pas kai tidak mau malah diejeknya, katanya kami tidak jantan,” kilah Sam’ani.

Warga Jafri Zam-zam kompleks wartawan yang sudah memiliki satu anak itu, merasa tertantang dengan ucapan korban. Apalagi korban selalu mengajak dengan alasan tidak punya uang saku.

Begitu juga dengan Hatman. Dua kali menggauli korban, dirinya mengeluarkan uang Rp 100 ribu sebagai imbalan telah melayani hasratnya.

“Pas dia (korban) menunggu jemputan, kami gawe di pos Satpam. Tapi setelah itu kami memberi dia uang,” cetusnya.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, peristiwa itu terkuak lantaran korban yang saat ini duduk di bangku kelas dua hendak dikeluarkan pihak sekolah tanpa ada alasan yang jelas.

Rencana tersebut membuat kaget salah seorang guru di SMP itu, hingga berusaha memberikan perlindungan dengan alasan korban merupakan siswi yang rajin.

Kemudian guru tersebut menginterogasi korban. Dari pengakuan itu diketahui, jika korban dikeluarkan dengan alasan telah menodai nama baik sekolah.

Akhirnya kabar tersebut hingga ke telinga kedua orangtua Bunga. Atasa saran berbagai pihak, akhirnya disuruh melaporkan peristiwa itu ke Mapolresta Banjarmasin.

Sementara itu, Kasat reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto Sik melalui Kanit Jatanras Aiptu Ganef Brigandono mengatakan, diamankan kedua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut atas laporan orangtua korban.

“Orangtua korban melaporkan kejadian itu ke Mapolresta. Dari laporan itu petugas mengamankan keduanya di sekolahan korban,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui kalau pernah menyetubuhi korban sekitar tahun 2010 lalu di pos Satpam tempat mereka bertugas dan korban sekolah.

Kedua tersangka bekerja di sebuah sekolahan, tempat korban menuntut ilmu. Dipastikan karena takut, sehingga kasus itu baru saat ini diketahui orangtua korban.

Lebih lanjut petugas bakal mendalami keterangan tersebut, apakah ada unsur ancaman ataupun paksaan saat melakukan hubungan itu. Meskipun tidak ada, tetap menyalahi aturan karena bersetubuh dengan anak di bawah umur.

“Keduanya kita jerat dengan pasal 81 ayat 2 Undang-undang RI nomor 3 tahun 2003 tentan perlindungan anak,” tegasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s